Skip to main content

ILUSI


Menemani orang tercinta yang tengah depresi
Sebaik baiknya perpisahan selalu meninggalkan alasan.
Dan sebaik baiknya kepergian  adalah tidak pernah di lakukan.
.
.
Aku sedang berdiskusi bersama waktu di malam ini.
Aku bertanya bagaimana seharusnya aku menyikapi?
Bagaimana menyatukan kehendak hati dan kenyataan yang begitu teramat menyakiti?
Namun yang  terdengar hanya sunyi…
penapilanku  stiap bangun tidur benar-benar hancur,
Tatapan blur, wajah lebam dipenuhi  bilur, kesakitan dari dalam mulai menguasai alur, dan ruhku,  memberontak seakan ingin kabur…
Aku ingin hilang ingatan.  Aku lelah berpura-pura tidak merasakan, Aku ingin kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyataan.
Namun semakin aku meneriakan aku semakin tenggelam di dalam penderitaan. Kemana perginya malaikat??? Di dalam jiwaku terlihat iblis tertawa bahagia menyayat-nyayat untuk segera menjadikan ku  mayat.
Tuhan,…..
Mengapa kenyataan ini begitu menyengat??
Mengapa beban ini begitu hebat?
Bagaimana bila aku tidak kuat atau bertingkah nekat?
Akan kah akhir hidupku menjadi dekat?
Sekeras mungkin aku mencoba memahami maksud dari semua ujian ini, tapi mengapa  aku tak menghasilkan apa-apa kecuali keterpurukan lagi?
Langkahku gontai gemetar menjalani peran sebagai manusia. Tapi aku pun benci untuk menjadi sia-sia. Aku tidak ingin hidupku menjadi percuma. Aku tidak ingin hancurku menjadi bahan cerita secara cuma-cuma.
Cinta sungguh berbahaya,,
Jika ia mampu menjadikanku bernyawa seharusnya aku tau dia juga mampu membuatku tiada…
Realita ini mengundang penyakit lamaku kembali.  Pucat di sekujur tubuhku menjadi pakainku hari ini. Darah mengalir lagi  dan kau tetap tidak mau menolehh untuk sedikit peduli.
Sudahi sajalah hati..
Berhentilah menjerit memohon seolah kau tak punya harga diri  Ocehanmu tersebar disana sini. Jeritmu  hanya terlihat lucu di hadapan dunia yang semakin tuli. Entahlah mungkin sebaiknya aku lenyap dari dunia ini.
Persetan dengan luka hati.
Persetan dengan asmara yang dipenuhi strategi.
Persetan dengan  sajak--sajakku ini.
Kitta semua adalah ilusi yang dipenuhi elegi.


#Z.

Comments

Popular posts from this blog

Mimpi itu lagi

Pagi ini sebelum seambrek aktivitas ku lalui, ku ingin buka hariku dengan sedikit bercerita... Pagi ini kurasa langit-langit kamarku terasa sendu,, tak seperti biasaa. Kini nampak terasa dingin dan gelap. Ku buka kedua kelopak mataku  pagi ini dengan mata sembab dan tersisa genangan air mata di pipi entah itu air mata bahagia atau sebaliknya.. Ahhh aku tau ternyata aku memimpikanmu lagi... Lagi dan lagi... Mimpi terindah itu masih terbayang-bayang setelah sekian jam,detik dan hari aku terbangun, dan terus membuatku melengkungkan bibirku  dengan beberapa air mata yang menemani bila ingat pertemuan kita kala itu , terima kasih telah sudi mampir di alam itu bersamaku Dari aku yang mencintaimu.