Skip to main content

Posts

Senyumin Aja

Recent posts

Sekarat

A ku hanya ingin sembuh. Aku hanya ingin kembali utuh. Aku   hanya ingin kembali tertawa tanpa mengeluh. Tapi semua inginku hanya kembali membuatku jatuh. Aku ingin bernafas tanpa harus merasakan sakit yang menyengat. Aku ingin melihat tanpa perlu menjadikanya beban yang berat. Aku ingin memeluk erat tanpa perlu merasa tersayat. Tapi aku sendiri setangah hidup atau setengah mati. Waktu tidak mau berhenti dan dunia tetap tidak mau mengerti. Disini aku berdiri menciptakan bahagiaku sendiri. Dalam ilusi, dalam imajinasi Mengelabui luka hati dengan tarian ironi di atas lantai dansa elegi bermesra dalam halusinasi, menjerit dalam sepi , memohon dalam sunyi lalu terjatuh dan menangis lagi dan Hidung ku berdarah   lagi. Kesakitan dari dalam terlalu menguasai diri   aku kehilangan gravitasi   hingga serasa ragaku akan   lunglai terjatuh membentur bumi . Aku sekarat semuanya terasa berat Hatiku berkarat lukaku pekat Dan aku takut...

Sebuah titik balik

H EI….. Kau hanya akan tertolong saat lukamu robek di bagian vena … berhentilah menatap harap kesana. Sebab pintu kamar mu ta’akan penah terbuka   oleh manusia, bila lukamu itu tak kasat mata. Silahkan cerita kepada dunia Sekali, dua, tiga. Boom ……. Obat tak ada dan kau divonis tak berguna. Lalu kini kau bertanya-tanya mengapa aku berbeda. Aku lebih sekarat tapi kenapa tak pernah ada yang percaya; bahwa   “ aku sangat butuh dirawat?” Peluk lututmu… himpit kepalamu… Kematian akan sedikit memakakan telinga dikepalamu, lalu di sekitarmu, Ya, Berbisik sendu “ Mengapa harus aku”   Kemudian kau kebingungan mengira sebuah cubitan akan membangunkan. Lalu kau kesepian, lalu kau kedinginan, lalu kau ketakutan,   Oh tidak ini kenyataan. . . . Tiba-tiba kau putar memori untuk tahu siapa yang harus dihubungi. Menagih janiji-janji yang berisi takan pernah meninggalkanmu sendiri. Tapi… Boom….. Semua menjadi ilusi . Katakan…. Apa kau sekarang be...

Tertikam Cintaku

  S epucuk saja padahal rasanya cukup. Usahlah tuan tebar rasa. menyeluruh untuk hasrat yang telah bergemuruh. Nanti Tuan lelah… Nanti saya patah. Saya berada di antara luka dan sajak. Memangku pasak enggan menimbul gerak. Tapi andai saya rindu Tuan, adakah tuan serupa ? atau jangan janngan rimba hati tuan telah tandus dan berganti warna ? Bisik lembut semilir senja menyapu mesra. Mengisah juang tentang malam yang melahap terang. Tentang rasa tuan yang bertabur bimbang atau milik saya yang tak kunjung lekang? Tapi waktu terus saja angkuh menggilas segala cerita, Ia berjalan dan terus mengikis milik kita, Kembang kempis jadinya paru-paru saya. Meratap dan terus memohin sehidup setia. Lalu tuan malah hilang rasa…. Kedap kedip saya tidak percaya. Apa yang menyembuhkan saya akhirnya malah membunuh saya. Saat ku singkap hati, Tuan malah lari. Saat ku pungut puing-puing rasa tuan malah menikam penuh lara. Aral saya dibayang-bayang bimbang tuan. Melangkah tak bis...

ILUSI

S ebaik baiknya perpisahan selalu meninggalkan alasan. Dan sebaik baiknya kepergian   adalah tidak pernah di lakukan. . . Aku sedang berdiskusi bersama waktu di malam ini. Aku bertanya bagaimana seharusnya aku menyikapi? Bagaimana menyatukan kehendak hati dan kenyataan yang begitu teramat menyakiti? Namun yang   terdengar hanya sunyi… penapilanku   stiap bangun tidur benar-benar hancur, Tatapan blur, wajah lebam dipenuhi   bilur, kesakitan dari dalam mulai menguasai alur, dan ruhku,   memberontak seakan ingin kabur… Aku ingin hilang ingatan.   Aku lelah berpura-pura tidak merasakan, Aku ingin kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyataan. Namun semakin aku meneriakan aku semakin tenggelam di dalam penderitaan. Kemana perginya malaikat??? Di dalam jiwaku terlihat iblis tertawa bahagia menyayat-nyayat untuk segera menjadikan ku   mayat. Tuhan,….. Mengapa kenyataan ini begitu menyengat?? Mengapa beban ini begitu hebat? ...

Aku ,kamu bukanlah pemenang

Selamat pagi, Kesayanganku. :)” Biasanya aku akan langsung menyapamu melalui pesan singkat di pagi hari, tepat sesaat setelah membuka mata  bahkan saat tubuhku masih berlindung di bawah nyaman dan hangatnya selimut. Namun pagi itu, jariku membeku. Tak bisa kuketikkan apa-apa untukmu. Pesan darimu pun tak kutemukan di layar ponselku. Walau kita sama-sama tahu, siapa yang selalu ada di pikiran kita setiap kita pertama kali membuka mata. Sebenarnya bukan aku tak ingin mengirimkan ucapan selamat pagi kepadamu. Hanya saja sisa kecewa dan rasa kesal dalam dada membuat jariku kaku. Aku masih mencerna pertengkaran kita semalam. Betapa kau sangat dibutakan oleh emosi  dan beberapa lama kemudian justru yang kutemukan pesan kelanjutan emosimu yang belum jua mereda.  "Malam tadi tidak ada kita, yang ada hanya aku , kamu yang menbeku dalam ruang yang dingin" Betapa kamu bgtu bersemangat mencela, dan kita saling menyambar kes...

Mimpi itu lagi

Pagi ini sebelum seambrek aktivitas ku lalui, ku ingin buka hariku dengan sedikit bercerita... Pagi ini kurasa langit-langit kamarku terasa sendu,, tak seperti biasaa. Kini nampak terasa dingin dan gelap. Ku buka kedua kelopak mataku  pagi ini dengan mata sembab dan tersisa genangan air mata di pipi entah itu air mata bahagia atau sebaliknya.. Ahhh aku tau ternyata aku memimpikanmu lagi... Lagi dan lagi... Mimpi terindah itu masih terbayang-bayang setelah sekian jam,detik dan hari aku terbangun, dan terus membuatku melengkungkan bibirku  dengan beberapa air mata yang menemani bila ingat pertemuan kita kala itu , terima kasih telah sudi mampir di alam itu bersamaku Dari aku yang mencintaimu.