Skip to main content

Senyumin Aja


"La Takhaf Wa La Tahzan, Innallaha Ma'ana.
Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih, Sesungguhnya Allah Bersama kita"
Kehidupan yang kita jalani akan terus menghadapkan kita pada suatu pilihan. Memilih untuk tetap diam, terus maju atau bahkan memilih untuk mundur.
Kadang kita lebih mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Ingin "tetap disana" tapi sebenarnya yang kita butuhkan "bukan disana".
Lalu apa yang sebaiknya aku pilih???
Kala itu aku memilih untuk tetap diam, karena aku berpikir bahwa tidak ada pilihan lain. Ternyata itu salah. Karena sebenarnya itu hanyalah pikiran negatif yang muncul ketika rasa takut lebih kuat dari rasa keberanian dan  keraguan lebih besar dari keyakinan.
Sebuah masalah bukanlah untuk dihindari tetapi dihadapi. Memang pada kenyataannya berkata lebih mudah dari bertindak. Tapi tidak akan ada yang tahu seberapa tangguhnya dirimu dalam menghadapi masalah, kalau bukan dirimu sendiri yang mencobanya..
Aku menyadari bahwa ketakutanku saat itu telah mengubah diriku secara perlahan. Mengkompronikan hal yang tak seharusnya aku biarkan. Menjadikannya biasa karena aku telah terbiasa.
Ahh, malu jika aku ingat masa itu.
Lebih tepatnya menyedihkan.
Karena ketakutanku lebih besar kepada makhluk-Mu daripada Engkau ya Rabb.
Aku meragukan pertolongan-Mu padaku.
Tetapi, ketika aku menyadari bahwa aku telah membiarkan kesalahan yang berkepanjangan. Diam bukanlah pilihan. Aku perlu bergerak... bertindak. Menguatkan keyakinan dan keberanianku. Siap dengan konsekuensi atas pilihan yang aku ambil.
Kala itu aku yakinkan diriku bahwa ada Dia yang menolongku. Semua yang aku lakukan hanyalah untuk menggapai ridhoNya semata. Dari keyakinanku itulah aku berhasil mungubah rasa takut dalam diriku menjadi sebuah keberanian.
Mungkin bisa saja aku memilih mundur tanpa perlu mencobanya. Tapi tidak aku lakukan. Aku memilih untuk terus maju. Meskipun aku sadar, rasa takut ini masih dengan setianya bergelantung dalam hatiku. Mendorongku untuk menyerah. Tapi tidak... aku harus yakin... memilih sebuah pilihan harus dengan berani. Aku berharap, tidak hanya aku yang menginginkan perubahan baik ini. Sesungguhnya Allah Swt menyeru kita untuk berfastabiqul khoirot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan.
Nah, ketika kita telah menetapkan sebuah pilihan dan menjalankannya. Maka sebuah proses akan menuntun kita pada sebuah hasil. Kini, aku sedang berproses. Meski awalnya rasa takut kian hilang timbul dalam hati karena tak semanis yang diharapkan. Tapi yakinlah bahwa semua ini hanyalah pengantar sebuah  perubahan. Dan yakinlah bahwa kebaikan akan menularkan kebaikan pula. Kalaupun pilihanku untuk maju ini tidak diterima dengan baik maka, aku siap mundur. Mundur dalam arti kata positif. Bukan sesuatu yang lemah ataupun terpuruk. Aku mundur, untuk memilih jalan lain yang Dia pilihkan untukku.
Apapun takdirnya senyumin aja dengan ikhlas
x
x

Comments

Popular posts from this blog

Mimpi itu lagi

Pagi ini sebelum seambrek aktivitas ku lalui, ku ingin buka hariku dengan sedikit bercerita... Pagi ini kurasa langit-langit kamarku terasa sendu,, tak seperti biasaa. Kini nampak terasa dingin dan gelap. Ku buka kedua kelopak mataku  pagi ini dengan mata sembab dan tersisa genangan air mata di pipi entah itu air mata bahagia atau sebaliknya.. Ahhh aku tau ternyata aku memimpikanmu lagi... Lagi dan lagi... Mimpi terindah itu masih terbayang-bayang setelah sekian jam,detik dan hari aku terbangun, dan terus membuatku melengkungkan bibirku  dengan beberapa air mata yang menemani bila ingat pertemuan kita kala itu , terima kasih telah sudi mampir di alam itu bersamaku Dari aku yang mencintaimu.

ILUSI

S ebaik baiknya perpisahan selalu meninggalkan alasan. Dan sebaik baiknya kepergian   adalah tidak pernah di lakukan. . . Aku sedang berdiskusi bersama waktu di malam ini. Aku bertanya bagaimana seharusnya aku menyikapi? Bagaimana menyatukan kehendak hati dan kenyataan yang begitu teramat menyakiti? Namun yang   terdengar hanya sunyi… penapilanku   stiap bangun tidur benar-benar hancur, Tatapan blur, wajah lebam dipenuhi   bilur, kesakitan dari dalam mulai menguasai alur, dan ruhku,   memberontak seakan ingin kabur… Aku ingin hilang ingatan.   Aku lelah berpura-pura tidak merasakan, Aku ingin kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyataan. Namun semakin aku meneriakan aku semakin tenggelam di dalam penderitaan. Kemana perginya malaikat??? Di dalam jiwaku terlihat iblis tertawa bahagia menyayat-nyayat untuk segera menjadikan ku   mayat. Tuhan,….. Mengapa kenyataan ini begitu menyengat?? Mengapa beban ini begitu hebat? ...