H EI….. Kau hanya akan tertolong saat lukamu robek di bagian vena … berhentilah menatap harap kesana. Sebab pintu kamar mu ta’akan penah terbuka oleh manusia, bila lukamu itu tak kasat mata. Silahkan cerita kepada dunia Sekali, dua, tiga. Boom ……. Obat tak ada dan kau divonis tak berguna. Lalu kini kau bertanya-tanya mengapa aku berbeda. Aku lebih sekarat tapi kenapa tak pernah ada yang percaya; bahwa “ aku sangat butuh dirawat?” Peluk lututmu… himpit kepalamu… Kematian akan sedikit memakakan telinga dikepalamu, lalu di sekitarmu, Ya, Berbisik sendu “ Mengapa harus aku” Kemudian kau kebingungan mengira sebuah cubitan akan membangunkan. Lalu kau kesepian, lalu kau kedinginan, lalu kau ketakutan, Oh tidak ini kenyataan. . . . Tiba-tiba kau putar memori untuk tahu siapa yang harus dihubungi. Menagih janiji-janji yang berisi takan pernah meninggalkanmu sendiri. Tapi… Boom….. Semua menjadi ilusi . Katakan…. Apa kau sekarang be...
Kebahagian itu di mulai dari kamu Bukan dari hubunganmu Bukan dari pekerjaanmu Dan bukan dari uangmu. Tapi dari dirimu sendiri @Munianti Sri