Skip to main content

Sayapku telah patah

Hati yang terjatuh dan terluka...... 
Merobek malam menoreh seribu duka...... 
Kukepakkan sayap-sayap patahku........ 
Mengikuti hembusan angin yang berlalu...... 
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku….. 
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin..... 
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…... 
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati...... 
Bercampur baur dengan debu..... 
Ingin ku rengkuh…... 
Ku gapai kepingan di sudut hati…... 
Hanya bayangan yang ku dapat….... 
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya....... 
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini........ 
Ia telah patah...... 
Tertusuk duri-duri yang tajam….... 
Hanya bisa meratap….... 
Meringis...... 
Mencoba menggapai sebuah pegangan....
Tolong. ...  Tolong aku 😢...

Comments

Popular posts from this blog

Mimpi itu lagi

Pagi ini sebelum seambrek aktivitas ku lalui, ku ingin buka hariku dengan sedikit bercerita... Pagi ini kurasa langit-langit kamarku terasa sendu,, tak seperti biasaa. Kini nampak terasa dingin dan gelap. Ku buka kedua kelopak mataku  pagi ini dengan mata sembab dan tersisa genangan air mata di pipi entah itu air mata bahagia atau sebaliknya.. Ahhh aku tau ternyata aku memimpikanmu lagi... Lagi dan lagi... Mimpi terindah itu masih terbayang-bayang setelah sekian jam,detik dan hari aku terbangun, dan terus membuatku melengkungkan bibirku  dengan beberapa air mata yang menemani bila ingat pertemuan kita kala itu , terima kasih telah sudi mampir di alam itu bersamaku Dari aku yang mencintaimu.

ILUSI

S ebaik baiknya perpisahan selalu meninggalkan alasan. Dan sebaik baiknya kepergian   adalah tidak pernah di lakukan. . . Aku sedang berdiskusi bersama waktu di malam ini. Aku bertanya bagaimana seharusnya aku menyikapi? Bagaimana menyatukan kehendak hati dan kenyataan yang begitu teramat menyakiti? Namun yang   terdengar hanya sunyi… penapilanku   stiap bangun tidur benar-benar hancur, Tatapan blur, wajah lebam dipenuhi   bilur, kesakitan dari dalam mulai menguasai alur, dan ruhku,   memberontak seakan ingin kabur… Aku ingin hilang ingatan.   Aku lelah berpura-pura tidak merasakan, Aku ingin kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyataan. Namun semakin aku meneriakan aku semakin tenggelam di dalam penderitaan. Kemana perginya malaikat??? Di dalam jiwaku terlihat iblis tertawa bahagia menyayat-nyayat untuk segera menjadikan ku   mayat. Tuhan,….. Mengapa kenyataan ini begitu menyengat?? Mengapa beban ini begitu hebat? ...