Skip to main content

Kisahku

Lama rasanya tak ku tumpahkan segela rasa dalam bait bait sajak..
Entah mengapa hari ini rasanya ingin ku tumpahkan segala rasa, yang tertumpuk didalam dada yang berkecamuk memuncak ingin mengeluarkan larva larva panas..


Banyak cerita, banyak kisah. Banyak tawa, banyak tangis yang telah tercipta beberapa bulan terakhir ini. Tentu saja ada alasan tersendiri, dan sebagian besar alasan yang menciptakan memori itu adalah dia.
Yaaa dia .... Dia seseorg yang ku temui lebih dari setengah tahun yang lalu.

Tentu saja hubungan ku dan dia tak berjalan mulus seperti yang ada di sinetron televisi.
Kami lebih sering bertengakar, beberapa bulan terakhir ini. Bahkan hampir stiap saat. Sllu sj ada alasan dibalik pertengkaran kami. Dan alasan dibalik pertengkaran itu adalah aku. Yaaa baginya aku selalu salah...
Aku hanya ingin coba mengatakan tak pernahkah dia melihat posisiku.
Namun stiap kali aku mengatakan hal seperti itu. Dia kembali mengtakan lalu bgaimna dengan posisiku. ??? Aku tak pernah berhasil mencoba memberitahunya.
Aku takut, it akan menggagunya, merubah pikiranya, dan semua malah menjadi tak karuan....

Tak pernahkah ia berfikir bahwa bersamanya tlah kutinggalkan semua kesenanganku.. ku tinggalkan sedikit keras kepalaq, ku tinggalkan kebiasaanku mengeluh, ku tinggalkan egoku. Dan ku tinggalkan duniaku.



Comments

Popular posts from this blog

Mimpi itu lagi

Pagi ini sebelum seambrek aktivitas ku lalui, ku ingin buka hariku dengan sedikit bercerita... Pagi ini kurasa langit-langit kamarku terasa sendu,, tak seperti biasaa. Kini nampak terasa dingin dan gelap. Ku buka kedua kelopak mataku  pagi ini dengan mata sembab dan tersisa genangan air mata di pipi entah itu air mata bahagia atau sebaliknya.. Ahhh aku tau ternyata aku memimpikanmu lagi... Lagi dan lagi... Mimpi terindah itu masih terbayang-bayang setelah sekian jam,detik dan hari aku terbangun, dan terus membuatku melengkungkan bibirku  dengan beberapa air mata yang menemani bila ingat pertemuan kita kala itu , terima kasih telah sudi mampir di alam itu bersamaku Dari aku yang mencintaimu.

ILUSI

S ebaik baiknya perpisahan selalu meninggalkan alasan. Dan sebaik baiknya kepergian   adalah tidak pernah di lakukan. . . Aku sedang berdiskusi bersama waktu di malam ini. Aku bertanya bagaimana seharusnya aku menyikapi? Bagaimana menyatukan kehendak hati dan kenyataan yang begitu teramat menyakiti? Namun yang   terdengar hanya sunyi… penapilanku   stiap bangun tidur benar-benar hancur, Tatapan blur, wajah lebam dipenuhi   bilur, kesakitan dari dalam mulai menguasai alur, dan ruhku,   memberontak seakan ingin kabur… Aku ingin hilang ingatan.   Aku lelah berpura-pura tidak merasakan, Aku ingin kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kenyataan. Namun semakin aku meneriakan aku semakin tenggelam di dalam penderitaan. Kemana perginya malaikat??? Di dalam jiwaku terlihat iblis tertawa bahagia menyayat-nyayat untuk segera menjadikan ku   mayat. Tuhan,….. Mengapa kenyataan ini begitu menyengat?? Mengapa beban ini begitu hebat? ...